Memilih Lokasi Unik Foto Prewedding

IMG_7729

Saat ini Foto Prewedding sudah seperti menjadi sebuah keharusan untuk dilakukan bagi pasangan calon pengantin. Tradisi membuat Foto Prewedding mungkin hanya bisa ditemui di Indonesia, dimana di negara-negara Eropa yang selama ini menjadi kiblat fotografi itu sendiri tidak ditemui tradisi membuat Foto Prewedding.  Di negara-negara Eropa biasanya foto couple outdoor dilakukan setelah acara pernikahan.

Kebutuhan Foto Prewedding biasanya untuk disertakan dalam undangan dan untuk dicetak  perbesar dan dipasang pada acara resepsi, selain itu tentu saja untuk kenang2an dan pengingat moment2 bersama pasangan setelah lama menikah nanti.

Banyak faktor yang perlu diperhatikan bagi pasangan untuk bisa menghasilkan Foto Prewedding yang unik dan menarik, salah satu diantaranya adalah pemilihan lokasi yang tepat.  Berikut beberapa ide lokasi unik foto prewedding yang mungkin bisa menginspirasi anda dan pasangan;

1. Candi

Hanum-Rangga #5
Bangunan Candi selalu eksotik untuk dijadikan lokasi pemotretan prewedding. Kemegahan susunan batu candi dipadu dengan kostum formal semacam kebaya dan jas selalu bisa menghadirkan foto yang menarik. Tidak dibutuhkan properti foto macem2 untuk pemilihan lokasi ini, karena kemegahan candi itu sendiri sudah cukup kuat untuk mendukung foto. Tapi dilokasi candi ini fotografer dituntut untuk bisa mengarahkan pose pasangan agar tidak terkesan kaku.

2. Bangunan Tua/cagar budaya

IMG_1831
Contoh untuk lokasi seperti ini di Jogja yg sudah cukup fenomenal adalah Taman Sari dan Benteng Vredeburg. pakaian tradisional seperti kebaya tetap jadi pilihan utama untuk melakukan foto prewedding ditempat seperti ini, meski tidak ada salahnya mencoba pakaian modern semacam gaun untuk coba diaplikasikan dilokasi ini. Kekuatan pose dari pasangan masih sangat dibutuhkan dilokasi ini. Bila memungkinkan bisa digunakan property semacam sepeda kumbang atau motor klasik sebagai pemanis foto.

3. Rumah Antik

IMG_4547
Pada setiap kota pasti terdapat rumah-rumah peninggalan jaman dulu, ataupun rumah baru yang desainnya unik yang bisa dijadikan lokasi pemotretan prewedding. Untuk pemotretan prewedding di lokasi ini pemilihan kostumnya bisa kostum tradisional maupun kostum modern, semua bisa diaplikasikan dengan manis. Manfaatkan detail-detail bangunan untuk memperkuat foto anda.

4. Kafe

Nia&Ery Pre 047
Kafe sudah mulai sering dijadikan untuk lokasi pemotretan prewedding meski kadang ijinnya agak ribet. Konsep fun selalu berhasil bila diterapkan untuk pemotretan prewedding di Kafe. Tentu saja pemilihan kostum kasual adalah pilihan utama bila akan melakukan pemotretan dilokasi ini.

5. Waduk

Siska & Oka 09
Yup benar..Waduk. Mungkin masih terdengar janggal pemotretan prewedding di Waduk, tapi percayalah, dengan konsep yang tepat dan eksekusi yang benar maka foto2 prewedding di waduk ini akan menjadi sangat menarik. Banyak spot2 yang bisa dipakai untuk pemotretan, tergantung dari kejelian fotografer anda. Lagi-lagi konsep fun sepertinya paling pas bila diaplikasikan ditempat ini.

6. Jembatan

Siska & Oka 42
Sudah banyak sekali pemotretan prewedding dengan mengambil lokasi di Jembatan, tapi jangan pesimis dulu, coba berikan tantangan pada fotografer anda untuk membuat foto-foto yang “beda” dengan lokasi yang sudah umum seperti ini. Soal kostum bebas saja mau memakai kostum apa dilokasi ini, sepertinya semua bisa berhasil kok.

7. Hutan

IMG_9899
Ini adalah lokasi yang cukup menyenangkan untuk dieksplorasi. Pohon-pohon yang menjulang tinggi, sinar matahari yang menerobos dedaunan, dan ceceran daun2 kering ditanah merupakan elemen2 penting yang sangat mengasyikkan untuk dilibatkan dalam sesi foto prewedding ditempat seperti ini. Untuk urusan kostum mau pakai gaun atau kasual semua rasanya bisa sangat “masuuk” dalam pemotretan prewedding dilokasi ini. Bagi yang perfeksionis silahkan mengangkut grand piano sebagai property pemotretan, tapi bagi yang tidak suka repot cukup bucket bunga aja juga sudah bisa sip kok untuk pemanis foto anda.

8. City Scape

IMG_0721
Lokasi pemotretan untuk prewedding selanjutnya adalah ditengah keramaian kota. Lokasi ini cukup menantang baik bagi fotografer maupun bagi couple-nya itu sendiri. Satu yang pasti bagi couple yang pengen untuk berfoto prewedding dengan lokasi keramaian kota adalah harus menyisihkan rasa malu, karena tentusaja aktifitas pemotretan itu sendiri akan menarik perhatian banyak orang yang lalu lalang. Pemotretan bisa dilakukan siang ataupun malam. Kalau memutuskan melakukan pemotretan pada malam hari anda berdua akan memperoleh bonus lampu2 jalan yang akan menjadi elemen penguat foto2 anda.

9. Pantai

Nia&Ery Pre 041
Lokasi ini yang selama ini masih jadi lokasi favorit untuk melakukan pemotretan prewedding.  Anda bisa melakukan apa saja dan foto2 anda akan tetap terlihat bagus di sini. Hamparan pasir putih yang luas dipadu dengan lautan yg dibatasi garis horizon tidak akan pernah salah untuk menjadikan foto2 anda dan pasangan luar biasa. Masukkan pernak pernik seperti balon warna-warni, keranjang piknik, atau apa saja untuk mendukung foto2 anda agar terlihat lebih hidup. Untuk pemilihan kostum dilokasi ini rasanya apa saja bisa masuk kecuali kostum tradisional seperti kebaya.

Nah, itu tadi beberapa lokasi unik foto prewedding yang bisa anda dan pasangan pertimbangkan . Satu yang penting diingat bagi pasangan yang akan melakukan foto prewedding adalah bahwa tidak ada yang menuntut anda berdua untuk bisa berpose layaknya model profesional, jangan jadikan itu sebagai beban. Anggap saja sesi pemotretan prewedding itu sebagai acara piknik bersama. komunikasikan dengan fotografer anda untuk membantu mengarahkan pose, atau mengambil foto2 semi candid agar terlihat lebih natural.

Semoga dapat menginspirasi, terimakasih.. 🙂

Foto Prewedding

Setiap pasangan tentunya ingin tampil maksimal saat melakukan foto pre-wedding. Sebelum foto, sebaiknya ketahui dulu beberapa kesalahan yang paling sering dilakukan ketika mau melaksanakan foto pre-wedding, seperti yang dikutip dari ezine articles.

1. Tidak Mempertimbangkan Personal Style
Saat melakukan foto berdua sebelum menikah, banyak pasangan yang lebih mementingkan konsep pernikahan daripada style diri sendiri. Padahal fotografer perlu pemahaman tentang karakter Anda yang berguna ketika mereka mendesain foto. Misalnya, kepribadian Anda yang simple, tidak senang hal-hal yang mencolok. Dengan mengetahui hal-hal tersebut, maka fotografer bisa mengetahui konsep pemotretan yang sederhana, tapi sesuai dengan tema pernikahan. Jika fotografer tidak paham karakter Anda, bisa saja konsep yang dibuat tak sesuai pilihan.

2. Fotografer Kurang Memahami Konsep Pernikahan
Terkadang, beberapa fotografer kurang paham apa yang Anda mau. Kebanyakan foto pernikahan diambil dari jarak dekat. Bagi sebagian orang hal itu merupakan ide yang baik, tapi tidak menutup kemungkinan kalau Anda tidak menyukai dengan konsepnya. Ada juga fotografer yang biasa menggunakan konsep dokumenter atau foto jurnalistik dalam setiap karyanya. Supaya semua berjalan sesuai keiinginan, lebih baik Anda menjalin komunikasi yang terbuka dengan fotografer. Utarakan semua yang diinginkan sebelum menjalani proses foto pre-wedding.

3. Tidak Mempertimbangkan Siapa Fotografernya
Mungkin Anda merasa siapa pun fotografernya tidak masalah. Akan tetapi, hal tersebut bisa menjadi kesalahan yang fatal. Setiap fotografer memiliki gaya pemotretan yang berbeda. Cari yang paling sesuai dengan keiinginan Anda dan pasangan.

4. Hanya Mempertimbangkan Fotografer yang Berkepribadian Baik
Ketimbang hasil foto yang bagus, ada beberapa pasangan yang memilih fotografer berdasarkan kepribadiannya. Tentu saja, fotografer yang baik akan membuat nyaman Anda dan pasangan ketika sedang pemotretan karena pandai berkomunikasi. Tetapi jangan sampai Anda menyesal dengan hasil foto yang didapat. Ada baiknya jika Anda dan pasangan banyak melakukan riset dan mendengarkan saran orang lain.

5. Tidak Bisa Membedakan Antara Fotografer yang Ahli dan Tidak
Sering kali pasangan yang mau menikah tidak bisa membedakan mana fotografer yang ahli dan memang mencintai pekerjaan mereka atau fotografer yang bekerja ‘hanya untuk uang’. Biasanya, fotografer yang ahli memasang harga cukup tinggi karena kualitas terbaik yang diberikan. Berbeda dengan fotografer yang tidak memiliki kemampuan, mereka akan lebih banyak ‘janji’ daripada buktinya.

sumber : wolipop.com